-->

Manfaat Dan Tata Cara Menggunakan Siwak Yang Benar

Salah satu alternatif dalam menyikat gigi adalah dengan menggunakan siwak. Siwak merupakan tumbuhan berfamili salvadoraceae yang biasanya digunakan oleh orang Islam untuk membersihkan gigi. Beberapa peneliti melaporkan adanya efek antibakteri dari siwak terhadap bakteri kariogenik dan pathogen periodontal khususnya spesies Bacterioides serta menghambat pembentukan plak. Penelitian yang lain menyatakan bahwa ekstrak siwak memiliki daya antibakteri terhadap streptococcus mutans dan s.faecalis. Aktifitas siwak dalam menurunkan pertumbuhan bakteri s.mutans disebabkan karena kandungan SCN- yang ketika bereaksi dengan kelompok sulfhidril dalam enzim bakteri akan menyebabkan kematian bakteri, sehingga produk asam tidak terbentuk dan pH plak tidak mengalami penurunan

Meskipun siwak sebelumnya telah digunakan dalam berbagai macam kultur dan budaya di seluruh dunia, namun pengaruh penyebaran agama Islam dan penerapannya untuk membersihkan gigi yang paling berpengaruh. Istilah siwak sendiri pada kenyatannya telah umum dipakai selama masa kenabian Nabi Muhammad yang memulai misinya sekitar 543 M. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Seandainya tidak memberatkan ummatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat (dalam riwayat lain : setiap akan berwudhu’).” Nabi memandang kesehatan dan kebersihan mulut adalah penting, sehingga beliau senantiasa menganjurkan pada isterinya untuk selalu menyiapkan siwak untuknya hingga akhir hayatnya.
Manfaat Dan Tata Cara Menggunakan Siwak Yang Benar
Sumber: muslimahdiamond.thoughts.com

Kelebihan Menggunakan Siwak
Kelebihan siwak dalam membersihkan gigi dan mulut disebabkan oleh efek mekanik dari serat-serat batang serta juga disebabkan dari kemampuan siwak dalam melepaskan senyawa aktif yang bermanfaat. Siwak (s. persica) mengandung lebih dari 20 zat (salvadourea dan salvadorine, saponin, tanin, vitamin C, silika, resin, cyanogenic glycoside dan benzylsothio-cyanate) yang dibutuhkan untuk meningkatkan kebersihan mulut, diantaranya salvadorine yang berefek antiseptik, asam tanat yang bersifat astringensia dan minyak atsiri meningkatkan air liur. Daya antibakterial dan efek pembersih pada siwak berhubungan dengan tingginya kandungan Sodium klorida dan Potassium klorida.

Beberapa abad yang lalu, di Timur Tengah, Afrika dan beberapa negara Asia, pada umumnya kaum muslim telah menggunakan bagian tanaman yang disebut siwak. Umumnya diambil dari pohon arak (Salvadora persica) untuk membersihkan mulut.
1. Siwak mudah digunakan dan praktis.
2. Tidak perlu menggunakan pasta gigi.
3. Dapat menyikat dengan baik.
4. Meningkatkan air liur dan ramah lingkungan.

Waktu Untuk Bersiwak
1. Setiap akan melakukan wudhu dan shalat.
2. Ketika hendak membaca Al-Qur`an.
3. Saat bangun tidur di waktu malam/akan bertahajud.
4. Saat bau mulut.
5. Saat berpuasa sebagai pengganti sikat gigi dengan pasta gigi.

Tata Cara Menggunakan Siwak Yang Benar

  1. Bersihkan siwak dengan air bersih
  2. Membaca Basmalah lalu membaca doa. Sebagaimana Rasulullah SAW melafalkannya: “Allahumma thahhir bissiwak Asnaanii, wa qawwiy bihi litsaatsiy, wa afshih bihi lisaniy“, yang artinya: “Ya Allah sucikanlah gigi dan mulutku dengan siwak ini, dan kuatkanlah gusiku, dan fashihkanlah pula lidahku”; 
  3. Mulailah memegang kayu siwak dengan tangan kanan dan posisi ibu jari dan jari kelingking berada di bawah. Adapun jari lainnya diletakkan di atas untung memegang batang kayu siwak agar tak mudah lepas. Tapi perlu diingat bahwa penggunaannya hanya pada ujungnya saja yang berbentuk seperti bulu. 
  4. Gosok gigi anda dengan tekhnik seperti alur angka delapan. Mulai dari gigi bagian atas yang ada di tengah, lalu bagian kanan yang atas, lalu lanjut ke bagian bawah kanan, lalu geser lagi ke sampingnya di bagian tengah bawah. Berikutnya kembali ke atas tengah lagi lalu ke atas sebelah kiri dan terakhir di bagian bawah sebelah kiri. 
  5. Setelah bagian depan selesai, lanjutkan dengan mengosokkan ujung kayu siwak pada bagian samping gigi geraham, kiri dan kanan. Dan terakhir jangan lupa bersihkan juga bagian dalam gigi seperti halnya kalau pakai sikat. 
  6. Bagian terakhir yang dibersihkan adalah lidah 
  7. Terakhir, ucapkan Alhamdulillah setelah selesai bersiwak sebagai bentuk menjalankan sunnah Nabi.

Simpan kayu siwak di tempat kering. Ketika Anda selesai menyikat gigi, segera bersihkan siwak dari sisa-sisa dan bilas sebentar. Simpan siwak di tempat yang bersih tetapi terbuka, bukan di dalam sebuah tas atau wadah, yang bisa mendorong tumbuhnya jamur karena kayunya lembab.